Seleksi Dewan Pendidikan Sulsel Ketat, Ide Ivovatif Jadi Jualan Kandidat.
Seleksi Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2024-2029, terbilang ketat. Seleksi diikuti dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, profesional, pemerhati pendidikan hingga kandidat dari kalangan aparatur sipil negera (ASN). Berdasarkan informasi yang dihimpun di Sekretariat Dewan Pendidikan dikantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, kandidat yang mengikuti seleksi didominasi kalangan akademisi bahkan yang bergelar professor. Dan hngga batas tahap seleksi memasukkan berkas berakhir, Kamis, 20 September 2024, jumlah pendaftar tercatat kurang lebih 30 peserta.
Salah satu panitia menyebut bahwa seleksi pengurus dewan pendidikan Sulsel kali ini sangat ketat. Dan tentunya kandidat yang terpilih benar benar memiliki kemampuan melahirkan ide kratif membawa pendidikan di Sulsel yang jauh lebih baik. "Kandidat ini akan bersaing ketat, tentunya peserta seleksi menyiapkan bahan makalah yang akan menjadi jualan. Cukup berat ini karena akan dilihat seperti apa ide gagasan inovatif yang dilahirkan yang nantinya membawa eksistensi dewan pendidikan akan kebutuhan pendidikan di Sulsel," tuturnya.
Pada seleksi ini, kandidat yang berasal dari berbagai kalangan menawarkan ide inovatif memajukan sektor pendidikan mulai dari peningkatan kualitas tenaga pengajar hingga program digitalisasi. Dan yang lebih penting, penerapan ide ide gagasan perbaikan sektor pendidikan mendapat dukungan masyarakat secara luas.
Tahapan seleksi Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel, akan berlangsung hingga 26 September 2024 dan sebelumnya akan dilakukan seleksi berkas, penilaian makalah dan tahapan wawancara, yang dijadwalkan 23 hingga 26 September 2024.
Salah satu kandidat yang yang ikut bersaing pada seleksi Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel masa bakti 2024-2029, Dr Ansar Syukur, M.I.Kom menuturkan bahwa keikutsertaanya pada seleksi ini semata untuk mengabdikan diri secara komprehensif mendukung perubahan sektor pendidikan yang lebih baik. "Saya lebih focuskan pada eksistensi dewan pendidikan dalam mendukung perubahan atau perbaikan sektor pendidikan di Sulsel. Insyaallah inovasi dan prestasi yang telah diraih dapat memberi inspirasi dan dimplementasikan buat khayalak, khususnya perbaikan sektor pendidikan," kata Anshar yang belum lama ini meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan predikat cum laude. (yuyun)