Disdik Sulsel Terima Kunker Itjen Kemdikdasmen: Kawal Transparansi PSB 2025.

Disdik Sulsel Terima Kunker Itjen Kemdikdasmen: Kawal Transparansi PSB 2025.

Makassar, 12 Juni 2025 – Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) jenjang SMA tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kedatangan tim Itjen disambut oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Dr. Mustakim, didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA, Andi Nur Kusuma, serta tim panitia SPMB Disdik Sulsel, di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Kamis (12/6/2025).

Setelah melakukan koordinasi dan pemaparan teknis di kantor Disdik Sulsel, tim Itjen melanjutkan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah pelaksana SPMB. Adapun sekolah yang dikunjungi adalah SMAN 17 Makassar dan SMAN 4 Makassar, sebagai sampel pengawasan lapangan.

Di SMAN 17 Makassar, tim Itjen melihat langsung proses pendaftaran dan verifikasi berkas peserta, serta berdialog dengan panitia sekolah. Sementara itu, di SMAN 4 Makassar, tim memeriksa sarana pendukung, kesiapan sistem teknologi informasi, dan prosedur penanganan pengaduan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan SPMB dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, serta mengedepankan asas keadilan dan pemerataan akses pendidikan.

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Dr. Mustakim:  menyambut baik kehadiran tim Itjen sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pelaksanaan SPMB yang bersih, transparan, dan akuntabel. "Proses seleksi ini menjadi gerbang awal pendidikan berkualitas, dan pengawasan ini sangat penting untuk menjaga integritasnya.”terangnya. 

Ditambahkan pula Kabid Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Andi Nur Kusuma:, Dinas Pendidikan Sulsel terus berupaya memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi SPMB berjalan dengan baik dan sesuai regulasi. "Kami berterima kasih atas pendampingan dari Itjen yang menjadi bagian dari penguatan tata kelola pendidikan di daerah.” tutur Andi Nur Kusuma.. (yuyun)